How it all began
Kisah Kita
Chapter 01 · 2025
Pertemuan yang Tidak Direncanakan
Semua dimulai dari sebuah proyek kerja di awal 2025. Mereka ditugaskan dalam satu tim yang sama — dan pertemuan pertama mereka? Jujur saja, agak kikuk. Vena terlambat masuk rapat, kursi satu-satunya yang tersisa tepat di sebelah Alfiana. Ia berbisik "Maaf, tadi macet" — padahal kantor mereka hanya dua lantai di atas rumah. Alfiana mencatat nama di laptop. Tanda pertama.
Chapter 02 · 2025
Obrolan yang Tidak Bisa Berhenti
Berminggu-minggu kemudian, deadline project membuat mereka sering lembur berdua. Kopi menjadi teman setia, dan percakapan yang awalnya dari ROBLOX tentang spreadsheet pelan-pelan berbelok ke hal-hal yang lebih dalam. Mimpi, ketakutan, playlist Spotify. Suatu malam, Vena menyadari ia tersenyum sepanjang perjalanan pulang — tanpa tahu kenapa.
Chapter 03 · 2025
Jatuh, Perlahan tapi Pasti
Itu bukan satu momen besar. Tidak ada petir atau lagu latar. Hanya akumulasi hal-hal kecil yang menumpuk diam-diam: cara Alfiana menjelaskan sesuatu dengan penuh semangat, tawa yang tidak bisa ia tahan saat Vena cerita hal konyol, dan bahu yang secara alami condong lebih dekat setiap kali mereka duduk berdampingan. Cinta tumbuh perlahan — lalu sekaligus.
Chapter 04 · 2026
Malam yang Mengubah Segalanya
Di bawah langit Bandung yang berbintang, di sebuah kafe kecil yang sudah lama jadi saksi bisu obrolan mereka — Vena menarik napas panjang. Di tangannya, sebuah cincin sederhana yang ia simpan selama berminggu-minggu. "Kamu tahu gak," katanya pelan, "aku udah lama pengen bilang sesuatu…" Alfiana tersenyum bahkan sebelum kalimat itu selesai. Jawabannya, tentu saja, iya.